Tambang Ilegal Pasaman Geger! Nenek Saudah Dianiaya Brutal di Rao

saudah

Rao – portal.ytvdigital.com|Pasaman diguncang kabar memilukan. Seorang nenek berusia 68 tahun, Saudah, menjadi korban penganiayaan brutal di pinggir sungai Batang Air Sibinail, Kecamatan Rao, Kamis malam (1/1/2026). Wajahnya lebam, matanya membiru, tubuhnya penuh luka. Kasus ini bukan sekadar kriminal biasa — dugaan kuat mengarah pada konflik tambang ilegal yang selama ini menghantui masyarakat.

Korban yang dikenal vokal menolak aktivitas tambang ilegal itu mendatangi lokasi untuk meminta pekerja menghentikan aktivitas sementara. Bukannya dihargai, Saudah justru dipukuli, dilempar batu, dan dibuang ke semak-semak oleh pelaku tak dikenal.

Foto kondisi nenek Saudah yang beredar di media sosial langsung memicu gelombang kemarahan publik. Warga menilai insiden ini sebagai bukti nyata betapa tambang ilegal telah merusak bukan hanya lingkungan, tetapi juga mengancam nyawa warga tak bersalah.

Kapolres Pasaman menegaskan pihaknya telah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Hari ini, polisi memastikan data pelaku sudah dikantongi dan proses hukum segera digerakkan.

Tak hanya aparat, suara keras juga datang dari pemerintah. Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy menekan Kapolda Sumbar agar kasus ini dituntaskan secepatnya. Bupati Pasaman Welly Suhery pun menegaskan agar proses hukum segera berjalan demi keadilan bagi korban.

Saat ini, Saudah dirawat intensif di RSUD Tuanku Imam Bonjol, Lubuk Sikaping, dengan kondisi fisik yang masih lemah. Dukungan moral terus mengalir dari masyarakat yang menuntut keadilan.

Kasus nenek Saudah bukan sekadar cerita duka, melainkan alarm keras bagi aparat dan pemerintah. Publik menunggu langkah nyata: pelaku harus segera ditangkap, tambang ilegal diberantas, dan keadilan ditegakkan. Pasaman bergejolak, dan seluruh mata kini tertuju pada aparat penegak hukum.(yourTV)

Bagikan

Related posts

Leave a Comment